Refleksi hari guru: Guru Yang Memalukan

Masa orde baru yang lalu kuliah di IKIP atau lembaga keguruan bukan pilihan pertama melainkan pilihan ke dua, ke tiga dan kesekian bagi mahasiswa bahkan ada yang  berpandangan daripada mengganggur.  Kuliah di IKIP kurang bergengsi dan tidak menjanjikan. Tragisnya pandangan saat itu diakibatkan dari kurangnya apresiasi masyarakat dan pemerintah terhadap pekerjaan guru. Guru tidak mengajar sesuai prinsip-prinsip pedagogik hanya sebatas kewajiban saja. Bahkan guru bisa mengajar lebih dari satu sekolah. Juga bisa bekerja sambilan selesai kewajiban mengajar ditunaikan,  misalnya jadi tukang ojek. Semua itu terjadi demi tuntutan kebutuhan hidup yang melambung ketimbang gaji guru yang kecil. Ada lagi hal yang menimpa orang jika memilih pekerjaan guru, seorang pria akan ragu meminang perempuan karena bekerja sebagai guru sebaliknya seorang perempuan ragu memilih pria yang bekerja sebagai guru. Orang tua pun tidak akan mengijinkan anak perempuannya jika dipinang oleh pria yang bekerja sebagai guru. Boleh dibilang masa orde baru yang lalu  memilih kuliah di IKIP dan bekerja sebagai guru adalah hal yang sangat memalukan dan memilukan.

Usai masa orde baru kemudian guru diberikan apresiasi yang luas oleh pemerintah dengan keputusan presiden bahwa guru merupakan pekerjaan mulia yang harus disejajarkan dengan profesi lainnya seperti dokter dan lainnya, maka pekerjaan  guru kini merupakan sebuah profesi. Apresiasi guru merupakan sebuah profesi bukan cuma diucapkan saja melainkan ada kelanjutannya yakni seabrek tugas diemban kepada pemerintah melalui departemen pendidikan untuk menggodok regulasi agar guru lebih bermakna. Regulasi yang dikeluarkan pun bergulir dengan menggandeng lembaga LPTK untuk  menyusun langkah-langkah  progres yang sekarang dikenal dengan nama sertifikasi guru. Seorang guru akan memperoleh sertifikat pendidik setelah melalui rangkaian tahapan baik secara administrasi atau pun pelatiahan. Pada awalnya pelaksaan sertifikasi ini menimbulkan kontradisi karena proses seleksi saat itu ada  guru  yang menyertakan protofolio palsu lagi-lagi cuma mengejar sertifikat dan sejumlah tunjangan yang besarnya satu kali gaji pokok per bulan. Kepada guru yang melakukan kepalsuan itu sangat memalukan tapi tidak memilukan bagi pelakunya.  Pemerintah pun tanggap atas hal ini maka instrument pun diperketat dengan menyertakan keaslian dari semua sertifikat atau bukti belajar dan karya ilmiah  yang ditempuh guru selama mengemban tugasnya.

Republik Indonesia yang kita cintai, sudah memberikan apresiasi terhadap guru meski belum semuanya dan maksimal. Tidak meratanya sertifiaksi guru dan  permasalahan pengangkatan pegawai PNS terhadap guru bantu merupakan pekerjaan rumah bagi Institusi pemerintah pusat dan daerah. Berbicara pemerintah daerah, DKI Jakarta, salah satu provinsi yang memberikan kontribusi besar terhadap kesejahteraan guru dan dunia pendidikan. Bangga menjadi guru di DKI Jakarta.

Wahai para guru, ketika apresiasi sudah diterima dan peraturan sudah digulirkan yakni UU.No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, apakah kita akan apriori terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia?

Sejatinya saat ini guru dituntut bekerja secara berkualitas dan mau belajar agar selalu inovatif. Guru sebagai agen perubahan sudah selayaknya bukan berpangku tangan atau pesimis atas segala persoalan pendidikan khususnya di sekolah pada satuan pendidikan.  Guru harus mengejar ketertinggalan pengetahuan teknologi dan informasi  yang akan terus berkembang dan melesat. Kita akan terpuruk kalau semua apresiasi yang diterima dari pemerintah pusat dan daerah cuma dihitung secara nominal. Guru harus belajar lagi dan berkarya tiada henti  Bukankah belajar sepanjang hayat selama dikandung badan? Memalukan jika guru berhenti belajar, malas mengembangkan kompetensi dan keprofesionalitasnya. Pekerjaa guru sekarang tidak mamalukan tapi jika selalu pesimis akan memilukan. Guru yang  memalukan adalah guru yang  malas datang kerja, sekali datang marah-marah kepada komunitas sekolah,  tidak belajar untuk hal-hal yang baru dan bertanya. Salam  dan selamat kepada seluruh guru di Republik Indonesia.

Diterbitkan di:  on November 23, 2009 at 7:58 am Tinggalkan sebuah Komentar

Geliat MGMP

Merujuk pada UU No 14 tahun 2005 yakni undang-undang  tentang  guru dan dosen. Bahwasanya profesi guru merupakan bidang pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan prinsip memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas selain itu juga guru harus mengikuti organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Atas dasar itulah pada tanggal 19 November 2009 di ruang serba guna SMK 8 Jakarta,  dilaksanakan kegiatan dengan agenda membahas MGMP mata pelajaran dari yang di unduh oleh para guru SMK 8 Jakarta. DR. Sugiarto , M.Ed menyampaikan informasi kebermaknaan MGMP mata pelajaran di lingkungan para guru SMK 8 Jakarta.

MGMP sebagai wadah   unit terkecil organisasi guru  selama ini belum optimal kiprahnya dengan alasan berbagai hal. Organisasi ini pun belum menyentuh seluruh lapisan guru hanya bergeliat pada yang berperan  karena hanya sebatas perwakilan sekolah atau secara personal saja.  Sejatinya MGMP mampu memberdayakan potensi guru untuk lebih opltimal yang  akhirnya bermuara kepada siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Juga menggiatkan belajar saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar mata pelajaran dan antar guru dalam satu bidang pelajarang yang sejenis. Akhirnya kembali  berpulang kepada kita bahwa MGMP memang harus digiatkan kontinyu tidak terputus dan stagnansi mengingat pengetahuan akan terus berkembang.

 

Diterbitkan di:  on November 20, 2009 at 2:41 am Tinggalkan sebuah Komentar

Mewujudkan Minat Baca di Sekolah…

Saya percaya, siapa pun pasti senang membaca hanya saja berbeda-beda tataran dan kualitasnya, ada yang senang sesaat… ada yang setiap saat… bahkan ada yang cenderung keranjingan membaca. Dimana pun tataran yang kita miliki sejatinya kita masih dikelompokan bisa membaca. Bukankah kita diwajibkan belajar membaca sejak dini…?

Membaca adalah suatu keharusan bagi insan di dunia baik arti sempit atau arti luas, terlebih lagi dalam lingkungan sekolah. Ketika di rumah seorang siswa hanya disajikan tontonan televise yang hanya menayangkan sinetron cengeng atau sejenisnya yang tidak mampu memilah siaran hiburan yang kurang bermutu,  maka sekolah berkewajiban mendorong menumbuhkan minat baca di kalangan siswa khususnya dan komunitas sekolah umumnya.  Banyak yang dapat dipetik dan diraih jika kita  membiasakan diri  membaca di lingkungan sekolah. Sejatinya Rajin membaca banyak tahu, Malas membaca jadi sok tahu, begitulah katanya…

Bagaimana minat baca dapat tumbuh di sekolah?

Perkara menumbuhkan minat baca di kalangan komunitas sekolah kalau diurai banyak hal yang terkait bukan satu sisi saja. Jika kita mau jujur mungkin bisa ditilik dari Perpustakaan Sekolah  sebagai sumber yang sentral di lingkungan sekolah dalam menumbuhkan minat baca.

Perpustakaan sekolah  beragam fungsinya salah satu fungsinya adalah sarana peningkatan gerakan gemar membaca. Selain itu Perpustakaan Sekolah menyediakan informasi dan ide agar berfungsi secara baik dalam komunitas sekolah yang berbasis pengetahuan dan teknologi informasi. Selanjutnya  Langkah nyata yang dapat ditempuh dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah kaitannya dengan sarana peningkatan gemar membaca adalah sebagai berikut: menjalin kerja sama dengan para guru dan teman sejawat untuk memperbanyak kegiatan yang berkaitan dengan lomba menulis, lomba mengarang, lomba apresiasi seni dan satra, resensi buku dan lainnya. Perpustakaan Sekolah pun harus menyediakan buku yang berkualitas agar dapat diakses mudah oleh siswa, guru dan karyawan untuk menerjemahkan makna minat baca. Masalahnya sudahkah sekolah menafsirkan ideal sebuah bentuk cara menumbuhkan minat baca dengan menyediakan bahan literasi yang berkualitas? Jawabannya tentu beragam.

Jika langkah tersebut belum terwujud atau sedikit kuantitasnya mungkin kita bisa merujuk kepada kegiatan kita masing-masing. Sebagai seorang guru yang sejatinya berkutat dengan bacaan rasanya sangat tidak mumpuni kalau hanya membaca buku mata diklat yang kita ajarkan saja, tidak ada pengembangan buku-buku yang lainnya.

Langkah lainnya adalah menjalin kerja sama dengan para penerbit Koran serta lembaga yang berhubungan dengan penerbitan buku seperti IKAPI dan Lingkar Pena. Dapat juga dilakukan menjalin kerja sama dengan kalangan LSM nasional guna meningkatkan minat baca anak-anak bangsa menuju masyarakat madani yang berbudaya baca, terdidik dan kritis. Apakah kita sudah membaca satu judul buku hari ini?

Diterbitkan di:  on September 7, 2009 at 4:27 am Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian Nasional Praktik Kejuruan program keahlian Penjualan

Kebersamaan dalam menyelesaikan tugas  dalam pelaksanaan ujian praktik program keahlian Penjualan nampak terlihat dimulai dari menyiapkan ruang, menyusun kelompok, membagi tugas dan lainnya. Program keahlian yang dimotori oleh Dra. Hj Sugiarti ini, melaksanakan ujian nasional praktik kejuruan Penjualan pada tanggal 2,3, dan 11Maret 2009 tahap pertama sedangkan tahap ke dua tanggal 13 s.d. 14 Maret 2009. Kegiatan ujian dilaksanakan di SMK Negeri 8 Jakarta dan tempat dunia usaha dengan terbagi dari beberapa ruang sesuai subyek yang akan diujikan seperti ; ruang lab. komputer, kelas, lab. Penjualan dan lokasi Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur ( PGC).

lab penjualan

lab penjualan

image024

Tahun pelajaran 2008/2009 siswa kelas XII yang mengikuti ujian praktik program keahlian Penjualan adalah 71 siswa yang terdiri dari kelas XII PJ1 dan kelas XII PJ2. Bentuk soal  adalah penugasan praktik penjualan yang harus dituntaskan oleh siswa untuk meraih kompetensi yang ditetapkan:

  1. Ketrampilan membuat konsep proposal
  2. Praktik komputer
  3. Presentasi
  4. Praktik Cash Register
  5. Praktik Price Labelling
  6. Melakukan display ( penataan barang )
  7. Melakukan promosi & negoisasi

Khusus kompetensi melakukan display serta promosi dan negoisasi dilaksanakan di PGC, Cililitan Jakarta Timur. Ujian praktik program Penjualan selalu menggandeng lembaga APKRINDO yang diwakilkan oleh Cecep Sanjaya, S.E dan Bambang Rilono, S.E sebagai penguji eksternal, sedangkan penguji internal adalah ; Dra.Hj. Sugiyarti, Dra. Theresia Putrasti, Endah Triswanti, S.E, Suswati, S.Pd, Dwi Pudji Lestari, S.Pd dan Dra. Rohilah.

Dra. Rohilah sedang mengoreksi ujian siswa

Dra. Rohilah sedang mengoreksi ujian siswa

Terimakasih kepada sekretaris program keahlian Penjualan SMK Negeri 8 Jakarta Dwi Pudji Lestari, S.Pd yang berkenan memberikan informasinya tentang pelaksanaan ujian nasional  praktik Penjualan.

Dwi Pudji Lestari, S.Pd sedang mengolah nilai ujia siswa

Dwi Pudji Lestari, S.Pd sedang mengolah nilai ujian siswa

Diterbitkan di:  on Maret 17, 2009 at 7:55 am Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian Nasional Praktik Kejuruan program keahlian Akuntansi

ujian praktik siswa kelas XII AK

ujian praktik siswa kelas XII AK

Kesibukan mewarnai kegiatan bapak dan ibu guru program keahlian akuntansi SMK Negeri 8 Jakarta menjelang dan selama proses pelaksanaan uji kompetensi produktif  yang dilaksanakan sejak tanggal 10 s.d. 14 Maret 2009 bertempat di ruang kelas X AK1 – X AK3 serta ruang praktik yang berada di lantai dua.

siswa kelas XII AK sedang ujian

siswa kelas XII AK sedang ujian dengan tenang dan senyum

Ujian yang  diikuti siswa penuh antusias dan optimis. Siswa harus menyelesaikan beberapa kompentensi, berikut adalah kompetensi atau soal yang harus dituntaskan siswa:

  1. Ujian praktik akuntansi manual dengan menyelesaikan siklus akuntansi PT. Quartita Utama
  2. Pengisian SPT dari Bumi Transaksi  dan laporan keuangan PT. Quartita Utama
  3. Komputer Akuntansi ( Myob U-15 ) dari siklus akuntasi PT. Quartita Utama

Program keahlian akuntansi dalam pengujian ini menggandeng Dunia Usaha dan Industri dari PT. Trainindo Services International, tepatnya oleh Bapak Drs. Samidin S. Ak, MM, dan H. Agus Salim, S.E sebagai penguji eksternal, sedangkan penguji internal adalah: Drs. Poltak Sianturi, Muhammad Nuh, Dra. Hj. Nurmeli,

siswa sedang menyelesaikan soal ujian

siswa sedang menyelesaikan soal ujian

Diterbitkan di:  on Maret 12, 2009 at 3:16 am Tanggapan (1)

keceriaan di Belitung dan Bangka…

beristirahat di gazebo perumahan PN Timah

beristirahat di gazebo perumahan PN Timah

santai sejenak menjelang makan siang di Cafe Vega, Manggar- Belitung Timur- Sabtu, 7 Maret 2009

santai sejenak menjelang makan siang di Cafe Vega, Manggar- Belitung Timur- Sabtu, 7 Maret 2009

senda gurau sore hari di Pantai Parai, Bangka. Minggu, 8 Maret 2009

senda gurau sore hari di Pantai Parai, Bangka. Minggu, 8 Maret 2009

siap-siap  usai "breakfast" menuju pelabuhan Tanjung Pandan, menuju Bangka. Minggu, 8 Maret 2009.

siap-siap usai "breakfast" menuju pelabuhan Tanjung Pandan, menuju Bangka. Minggu, 8 Maret 2009.

Diterbitkan di:  on Maret 11, 2009 at 5:46 am Tinggalkan sebuah Komentar

Pesona wisata bahari Bangka-Belitung

Takjubnya melihat hamparan laut biru yang membentang dan pemandangan sekelilingnya serta pesona  bahari yang disajikan seperti sarana wisata water sport-Banana Boat di Pantai Parai, Bangka.

p10106781

p10107593

p10108544

p10107611

Diterbitkan di:  on at 1:54 am Tanggapan (3)

Menapaki jejak “Laskar Pelangi”

Terinspirasi oleh cerita Laskar Pelangi yang berlokasi di Belitung,  Bapak/Ibu Guru SMK Negeri 8 Jakarta melakukan napak tilas tanggal 7 s.d 9 Maret 2009 ke lokasi pembuatan film Laskar Pelangi. Kami pun kontak melalui telephon dengan tokoh cerita yang penuh karisma yakni Ibu Guru Muslimah, namun pada tanggal kunjungan tersebut Ibu Muslimah sedang tidak berada di Gantung, Belitung Timur.Memasuki pelataran gedung sekolah, atmosphere cerita seakan menyusup ke spirit kami, sambil menapaki pasir setiap langkah kami,  selalu terlontar dari mulut kami sikap dan kalimat yang terucap dari para tokoh film Laskar Pelangi seperti Lintang, Ibu Muslimah, Ical, Mahar dan lainnya. Pada lokasi yang sama masih terdapat sekumpulan anak-anak SD berseragam pramuka sedang bermain usai pulang belajar, kami pun saling bercengkrama dengan riang dan penuh akrab seakan sudah mengenal lama.

kami dan anak-anak SD berseragam Pramuka

kami dan anak-anak SD berseragam Pramuka

gedung sekolah "Ical, Lintang dan teman-temannya dalam Laskar Pelangi

gedung sekolah "Ical, Lintang dan teman-temannya dalam Laskar Pelangi

pose bersama di pelataran gedung sekolah, Laskar Pelangi

pose bersama di pelataran gedung sekolah, Laskar Pelangi

Diterbitkan di:  on at 1:22 am Tinggalkan sebuah Komentar

DIGITAL LEARNING; A NEW PERSPECTIVE IN UTILIZING INTERACTIVE WEBSITE (WEB 2.0) TECHNOLOGIES TO ENHANCE LEARNING PROCESSES:HOW TO DEVELOP DIGITAL CITIZENSHIP by : A. Sampurno and HOW TO UTILIZE WEB 2.0 IN LEARNING PROCESSES by: Gerald Donovan

dari ki-ka; Sugeng, Komariyah, Saiful, Josie, Mr. Gerald Donovan, Fanda, Luita, Supanna dan Dona

dari ki-ka; Sugeng, Komariyah, Saiful, Josie, Mr. Gerald Donovan, Fanda, Luita, Supanna dan Dona

Tulisan ini saya simpulkan dari hasil workshop dua hari yakni Jum’at dan Sabtu , 20 dan 21 Februari 2009 bertempat di SF teacher institute, Sampoerna Strategic Square, Jakarta.

Saya mengucapkan terima kasih dan senang akhirnya bisa off line dengan Pak A. Sampurno dari sekolah Global Jaya, Jakarta jika selama ini cuma on line, kemudian Mr. Gerald Donovan guru dan perintis ICT di sekolah Bogor Raya, Bogor selanjutnya kekeluargaan yang sudah tercipta meski dua hari yakni dari para peserta seperti: Ibu Josie ( Philipina), Pak Saiful ( Newmont Sumbawa), Ibu Luita ( ESDM, Cepu), Ibu Fanda T ( Tunas Muda Jakarta), Pak Supanna ( Jakarta), Pak Dona ( SEAMOLEC, Pondok Cabe), Pak Sugeng Riyadi ( Bontang,kalimantan) dan saya sendiri, Komariyah (SMKN 8 Jakarta)

Berinternet sehat ….

Pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat saat ini sudah mampu mengubah perilaku kita berinteraksi dengan mudah kepada relasi,kerabat dan keluarga. Kemajuan ICT dapat dilihat dengan munculnya beragam alat yang menjanjikan banyak kemudahan dan manfaat bagi penggunanya. Khusus sebuah alat yang mengalami peningkatan jumlah produksi , pemanfaatannya dan pemakaian  adalah computer. Bahkan segala bentuk dan model pun setiap tahun berganti dan beragam fungsinya sebagai bentuk jawaban tuntutan kebutuhan konsumen dengan harga yang bervariasi ada yang murah dan mahal semua tergantung sisi mana kita melihatnya. Jika beberapa tahun silam kepemilikan computer masih pada kalangan terbatas namun saat ini tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu tapi sudah merebak ke dalam ruang dan kondisi umum bahkan tidak mengenal strata usia atau geografi.

Merujuk sebuah buku yang pernah saya baca Virus Of The Mind nya Richard Brodie, mengatakan selalu ada dua sisi dalam kehidupan sebuah kemajuan teknologi atau kemutakhiran sebuah model, yakni kebaikan dan keburukan. Keduanya saling bersanding dan beriringan mengikuti arus jaman.

Konsep virus mulai marak saat orang mengenal, menggunakan dan akrab dengan computer, meski kita mendengar sebelumnya konsep virus sering diajadikan sebab untuk sebuah penyakit dalam dunia kesehatan. Dengan demikian konsep virus sudah diketahui terdapat di dunia biologi dan computer. Tapi sekarang kita akan melihat bagaimana virus hadir di dunia gagasan, budaya melalui digital/computer.

Sisi positif dunia digital bagi kehidupan tidak dapat dipungkiri terlebih lagi melalui forum diskusi di internet. Tidak ada batas dan jarak menghalangi kita saat berinteraksi on line melalui internet (digital world) , dalam kegiatan bisnis, sekolah atau akademisi. Kita juga mudah mencari informasi pengetahuan secara instant dengan mengklik situs tertentu, misalnya Google. Tapi apakah kita sudah menyadari sepenuhnya sisi buruk dari dunia digital? Apakah dunia digital sudah aman bagi kita semua khususnya anak-anak, siswa di sekolah dan remaja? Sejatinya pada masa usia anak-anak atau remaja belum mampu menyaring serbuan informasi yang muncul di dunia digital.

Pendidik dalam hal ini guru dan orang tua berperan aktif memerangi mengatasi merajalelanya virus negative yang nyata atau tersembunyi di dunia digital. Virus yang akan merasuki akal budi anak-anak dan remaja bersifat parasit, lebih daripada penyusup dan lebih daripada pengganda-diri yang beroperasi seenak perutnya. Virus negative mencakup semua itu. Mungkin selain guru dan orang tua juga sudah dikeluarkan regulasi penyeimbang informasi yang positif dan negative di dunia digital, boleh dikatakan sebagai sensor serbuan informasi literasi yang menyimpang atau cenderung seronok tidak pantas bagi anak-anak, remaja dan siswa di sekolah. Selanjutnya bagaimana upaya sederhana yang dapat kita lakukan agar anak-anak, remaja dan siswa di sekolah supaya tidak tersesat di dunia digital?

Membekali pengetahuan bagi guru dan orang tua seluk-beluk pengetahuan dunia digital, agar yang ingin disampaikan ke anak-anak, remaja atau siswa tepat sasaran. Apa yang dapat kita sampaikan kepada mereka jika kita sendiri tidak mengerti atau menyelami dunia digital, khususnya situs-situs pengetahuan ?

Informasikan situs-situs di dunia digital yang sesuai usia mereka, dan tidak sesekali melarang dengan kata jangan sambil menyebut situs yang tidak tepat buat mereka, bisa jadi akan menimbulkan penasaran bagi mereka dan akhirnya secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan kita  – mereka “memaksakan” guna mengakses situs tersebut.

Displinkan diri khususnya waktu penggunaan dunia digital baik di rumah atau di sekolah, mungkin membatasi pemakaian, akses internet yang hanya untuk mengerjakan atau menjawab tugas yang diberikan guru. Tidak dibenarkan mereka mengakses pada saat waktunya istirahat atau malam hari ketika semua sedang terlelap tidur.

Komunikasikan dengan  santun membimbing dan mendampingi bertanya kepada mereka setiap selesai berinternet mengenai situs yang diakses, tanpa mereka merasa tersinggung dan diawasi agar merasa nyaman, sarankan juga agar bersikap protektif dari segala bentuk komunitas yang tersedia di dunia digital jika mereka aktif sebagai anggota salah satu komunitas on line di dunia digital.

Mengunci atau memblokir pada computer kita menghindari hal-hal yang buruk terjadi pada anak-anak, dengan tidak menghadirkan tampilan bullying, crime, pornografi.

Fokuskan pemakaian internet untuk mereka, mencari informasi pengetahuan, menciptakan kreatifitas dari beberapa situs yang menyediakan pembelajaran, misalnya situs ICT Edu Indonesia.

Yang terpenting, beri mereka pesan-pesan moral bahwa segala yang dilakukannya saat berhadapan dengan internet tidak seorang pun melihat interaksi yang terjadi, seperti menjiplak karya orang, membajak karya cipta ( copyright) kecuali memang diperkenankan dengan kata lain tercantum kalimat gratis. Sekalipun orang tidak melihat apa yang kita lakukan saat koneksi dengan internet, tapi kita memiliki hati nurani dan Sang Khalik yang selalu melihat apa yang kita perbuat.

Silahkan teman-teman sharing menambahkan hasil workshop, keep in touch …

Diterbitkan di:  on Februari 22, 2009 at 10:17 am Tanggapan (3)

Salam Szuper…

Seorang rekan yang ngefans dengan motivator Mario Teguh yakni, M. Arief Sefullah mengirim email ke account saya, ternyata berisikan kumpulan tips-tips motivasi Mario Teguh. Selesai membaca saya teringat seorang teman yang sedang merintis usaha di Tambun, Bekasi pernah meminta agar saya menuliskan kalimat-kalimat yang bermuara pada motivasi, langsung saja saya menyetujui permintaannya dengan harapan agar kehidupannya saat ini menjadi lebih cerah tidak kembali ke masa lalu yang mencekam.

Berikut yang bisa disampaikan:

1. Kita menilai diri dari apa yang kita piker bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan, untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan.

2. Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apa pun itu.

3. Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda.

4. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba itulah menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

5. Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang tidak anda sukai, padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru.

6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu, orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan.

7. Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin, dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

8. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

9. Bila anda mencari uang anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan, yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang.

10. Do’a dan pantang menyerah.

Namun dalam email tersebut, di akhir tulisan ternyata rekan saya itu, mengajak saya untuk bergabung dalam bisnis MLM dengan judul bisnis 5 Milyar. Tidak luput menampilkan sosok orang yang sudah sukses seperti halnya testimoni, tapi apakah bisa dipercaya semua itu? Terlepas dari itu saya tidak menakar dari sisi negative, toh saya tidak berminat, terimakasih Arief sudah berkirim kabar denganku.

Diterbitkan di:  on Februari 19, 2009 at 1:18 pm Tinggalkan sebuah Komentar