Setiap orang dalam proses menjadi. Menjadi lebih baik, menjadi lebih bijak, menjadi lebih kaya, atau menjadi apa saja. Menganut tesis ini dengan demikian setiap manusia itu on going, selalu dalam perjalanan. Tidak ada starting point dan stopping point. Dinamika “proccess to becoming” memiliki riak berupa interaksi, aksi, respons, konflik dan harmoni. Karena ia berproses maka hari ini berbeda dengan hari esok. Semangat perbedaan ini memicu usaha. Usaha untuk menjadi lebih baik, lebih bijak, lebih sejahtera dan lain-lain.
Karena setiap orang berproses, maka mereka memiliki banyak pilihan. Pilihan dalam usaha menjadi ini sangat berpengaruh pada hasil, citra dan bentuk sementara seseorang. “Sementara”, karena bentuk akhir itu tergantung pada bagaimana cara pandang orang terhadap prosesnya.
