Definisi Dokumen

Diterbitkan di: on November 4, 2009 at 12:53 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Menyoroti mutu dual system ( Link and Macth) di SMK

label kegiatan...

label kegiatan...

Pendidikan kejuruan sudah kita ketahui bersama berbeda dengan pola pendidikan umum, pendidikan kejuruan berorientasi kompeten dan kompetetif pada ketrampilan khusus. Menyikapi kondisi ekonomi yang sering tidak menentu stagnasinya bisa membaik atau krisis dalam sebuah negara bermuara pada kualitas tenaga kerja yang berdampak pengangguran. Tidak terjawabnya kebutuhan dunia usaha industri dan jasa akan tenaga kerja yang berkualitas menjadikan tantangan pendidikan kejuruan yang sejatinya outcomes dari SMK dituntut mampu menjawab dan mengatasi permasalahan praktik di lapangan. Permintaan agar mengefektifkan SMK dan menangani pengangguran meski persoalan pengangguran bukan tanggung jawab satu pihak saja.

Kegelisahan atas kondisi yang dihadapi dan sebagai bentuk upaya mencari format dalam mencermati pola pendidikan dual system para kepala sekolah wilayah Jakarta Selatan yang dimoderatori Dr. Sugiarto, M.Ed bertempat di ruang Serbaguna SMK Negeri 8 Jakarta Rabu, 8 April 2009 mengadakan sarasehan dengan tajuk Pengembangan SMK & Dunia Usaha- Dunia Industri (DUDI) bersama DR.Ing. Wardiman Djojonegoro (Mendikbud 1993-1998) dan Drs. Jorlin Pakpahan. Acara yang dibuka oleh H.Extriks, M.Pd dari Sudin Jakarta Selatan ini bukan akhir dari suatu tujuan perubahan untuk peningkatan mutu SMK, melainkan awal tindakan yang simultan dan kondusif nyata.

Pola dual system yang popular dengan Link and Macth memiliki label: PKL, PSG dan Prakerin – yang sangat kental label yang digunakan oleh pihak user adalah PKL. Kurangnya akrab label PSG di DUDI juga merupakan hal yang secara perlahan harus diubah. Namun semua label tersebut diharapkan tidak mengubah apalagi mengurangi substansi pokok dari dual system itu sendiri yang bermuara pada siswa SMK yang kompeten. Pola pendidikan dual system memang mutlak diterapkan di sekolah kejuruan mengingat tidak semua sikap, perilaku, di tempat kerja dapat dibentuk di sekolah, selain itu membangun pikiran dari perilaku kerja tersebut berbingkai economy value ujarnya Drs. Jorlin Pakpahan dengan memberikan contoh “ saat beliau pergi ke service mobil pada sebuah tempat bertanya kepada petugasnya berapa hari mobilnya bisa diambil, namun petugas tersebut menjawab dengan rentang waktu yang lama dalam hitungan minggu bukan hari, bayangkan berapa kerugian ekonomi yang diterima oleh mobil tersebut jika berlama-lama di bengkel jika mobil tersebut merupakan mobil yang disewakan untuk mencari income.”

Drs. Jorlin Pakpahan dan DR.Ing.Wardiman Djojonegoro

Drs. Jorlin Pakpahan dan DR.Ing.Wardiman Djojonegoro

Peningkatan mutu SMK dalam menerapkan pola dual system atau Link and Macth didasarkan beberapa persyaratan, menurut DR.Ing. Wardiman Djojonegoro: gedung, alat peraga, SDM/Guru, kurikulum, testing, dan anggaran pendidikan. Sudahkah maksimal semua komponen itu? Namun yang paling utama dalam perubahan itu diawali dari internal sekolah itu sendiri bukan pihak eksternal dan  pengujian mutu SMK adalah di Dunia Usaha dan Dunia Industri ujarnya DR. Ing. Wardiman Djojonegoro. Peserta sangat antusias mengikuti sarasehan ini, terbukti dari banyaknya sharing pengalaman dan cerita dalam mengelola SMK pada pelaksanan PSG mulai dari input, kurikulum, proses dan outcomes. Kegiatan yang dibatasi hanya sampai pukul satu siang ini, ditutup oleh moderator Dr. Sugiarto, M.Ed, dengan menyimpulkan hasilnya sebagai berikut: SMK harus mampu dan kreatif, ditingkatkannya kerjasama dengan DUDI, PSG harus distrukturisasi, dibentuknya forum yang menjembati SMK dengan DUDI, dan perlunya daya tampung PSG dengan pemetaan SMK sebagai pilot project.

Di sela-sela acara ramah tamah siswa-siswi Prestasi Junior Indonesia menawarkan saham student company SMK Negeri 8 Jakarta yang sangat diminati oleh para peserta.

Promosi saham student company

Promosi saham student company

Diterbitkan di: on April 11, 2009 at 1:42 am Komentar (3)

Ujian datang, senyum (panik) pun datang…

guru dan siswa dalam rapat persiapan UN

guru dan siswa dalam rapat persiapan UN

Tulisan kecil ini, saya susun didasari atas keprihatinan yang terjadi missing link pada praktik di lapangan.  Pelaksanaan ujian dimaksudkan untuk pengukuran dari pencapaian hasil belajar, yang biasanya berpatokan pada mekanisme, prosedur, dan instrumen  penilaian hasil belajar peserta didik  dan SKL yang telah ditetapkan. SKL atau standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Berbagai uapaya dan strategi ditempuh sekolah dan siswa  menjelang ujian, mengingat hampir setiap tahun adanya peningkatan kriteria kelulusan. Sisi siswa ada yang mengejar bimbel sekali pun harus rela mengeluarkan cost, membentuk kelompok belajar, menjalani pemantapan materi, atau belajar mandiri dan memburu buku bank soal secara mendadak.  Dari sisi sekolah; pemberian motivasi terhadap seluruh siswa kelas XII, peningkatan frekuensi jam belajar di sekolah khususnya mata diklat yang di UN -kan, menghadirkan orang tua siswa untuk penjelasan dan pengarahan persiapan UN, do’a bersama.  Namun ada juga yang heboh seperti membentuk seperti dikenal dengan istilah tim sukses. Ketakutan yang terbaca dari perilaku tersebut menghadapi ujian sebenarnya tidak perlu terjadi, jika semua unsur sekolah memegang komitmen bahwa pelaksanaan ujian dan hasilnya adalah tanggung jawab bersama, bukan kelompok atau golongan tertentu apalagi personal, ujarnya Dr. Sugiarto, M.Ed dalam rapat persiapan ujian sekolah dan UN dihadapan siswa dan dewan guru SMK Negeri 8 Jakarta, pada Jum’at 3 April 2009 di Ruang Serbaguna.Kegiatan yang mendukung untuk pencapaian hasil belajar yang maksimal akan sia-sia jika siswa itu sendiri malas mikir ( mauya instan), malas membaca sedikit pun tidak ada minat baca sejak dini  dan memaksa membaca hanya saat mau belajar atau  cuma menjelang ujian.

serius mendengarkan...

serius mendengarkan...

Kita semua menyambut ujian dengan senyum bukan dengan kepanikan, agar segala sesuatunya lancar dan berhasil maksimal. Bukankah mengawali kegiatan dan menghadapi sesuatu jika dengan senyum akan mencairkan ketegangan dan mengurangi kegugupan, meski dalam kondisi yang belum dapat diprekdiksi?  Selamat ujian semoga keberhasilan mewarnai kita semua…!

siap menentukaan kelulusan...

siap menentukaan batas kelulusan...

Diterbitkan di: on April 4, 2009 at 2:13 pm Komentar (1)

Mewujudkan komunitas sekolah sehat…

hap...hap bergeraklah....

hap...hap bergeraklah....

Kita ketahui bersama menjadi sehat banyak upaya yang bisa kita perbuat, dari yang paling mahal sampai yang termurah. Selain itu sehat adalalah asset, karena akan mahal dikala kita merasakan sakit atau meriang atau meradang. Sahat harus terwujud di lingkungan sekolah bagi guru, siswa dan karyawan agar pencapain proses belajar dan mengajar sesuai yang diharapkan secara maksimal. Komunitas SMK 8 Jakarta melakoni kegiatan senam bersama setiap Jum’at pagi sebelum pelajaran dimulai, sebagai satu bentuk tindakan pencegahan dari sakit yang bertujuan sehat jiwa dan raga. Satu…dua…hap…hap… kita menuju sehat….

senam dimana pun bisa...

senam dimana pun bisa...

satu..dua...yang di depan memimpin senam...

satu..dua...yang di depan memimpin senam...

Diterbitkan di: on April 3, 2009 at 2:53 am Tinggalkan sebuah Komentar

Menyonsong RSBI SMK Negeri 8 Jakarta…

Jum’at, 27 Maret 2009. Program dari bidang kurikulum mengajak bapak/ibu guru yang mengajar program produktif pada setiap program keahlian di SMK negeri 8 Jakarta mengikuti workshop Revisi Kurikulum lama (KTSP). Acara yang dibuka oleh wakil kepala sekolah, Drs.H.Abdr.Rahman ini mengundang pemakalah/widyaiswara dari P4TK, Sawangan- Bogor.  Masing-masing program keahlian diarahkan oleh satu widyaiswara seperti program keahlian Administrasi Perkantoran oleh Ibu Ratna Suminar, program keahlian Akuntansi oleh Bpk. Wiyono,dan program keahlian Penjualan oleh ibu Indah S. Menurut rencana acara yang berlangsung dua hari hingga Sabtu, 28 Maret 2009 ini, akan menghasilkan produk yakni: Revisi Kurikulum SMK 8 Versi lama (SKKNI) dan Hasil Analisis SK-KD Produktif berdasarkan Permen yang baru. Selamat  berbuat mengubah pembelajaran di kelas bapak/ibu guru menjadi lebih baik…!.

kesibukan guru AP menyiapkan revisi kurikulum

kesibukan guru AP menyiapkan revisi kurikulum

didampingi oleh widyaiswara oleh P4TK, Sawangan.

didampingi oleh widyaiswara oleh P4TK, Sawangan.

Diterbitkan di: on Maret 27, 2009 at 8:13 am Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian Nasional Praktik Kejuruan program keahlian Koperasi

Selasa, 17 Maret 2009 tepat pukul 08.00.Wib bertempat di SMK Negeri 8 Jakarta siswa-siswa kelas XII Koperasi melaksanakan ujian nasional program produktif tahun pelajaran 2008/2009. Ujian yang akan berlangsung hingga Rabu, 18 Maret 2009 ini, akan diikuti 37 siswa program keahlian koperasi SMK Negeri 8 Jakarta.  Tahun ini ujian berbeda dengan masa-masa lalu yakni jika  siswa sebelumnya  menyusun project work namun kali ini siswa harus menuntaskan Tugas yang sudah diberikan dan dideskripsikan serta diaudit oleh BSNP yaitu paket penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dari sebuah koperasi primer.

tekun menuntaskan soal

tekun menuntaskan soal

Setiap ujian produktif program keahlian koperasi SMK Negeri 8 Jakarta mengajak kolaborasi  dengan Lembaga PUSKOWAN DKI Jakarta yang diwakilkan oleh Dra. Hj. Siti Mulyati dalam penilaian dan pengawasan atau sebagai penguji eksternal.

penguji eksternal dari PUSKOWAN DKI jakarta

penguji eksternal dari PUSKOWAN DKI jakarta

image019

Sedangkan penguji internal adalah bapak/ibu guru program keahlian Koperasi SMK Negeri 8 Jakarta, seperti Drs. Asep Sutarna, Dra. Helena Pasaribu, Drs. Poltak Sianturi dan Dra. Komariyah. Semoga sukses dengan hasil yang memuaskan, mengingat skor kriteria kelulusan yang meningkat dari tahun yang lalu. Selamat ujian seluruh siswa ….!

penguji internal Drs. Asep Sutarna

penguji internal Drs. Asep Sutarna sedang mengamati siswa

Diterbitkan di: on Maret 17, 2009 at 2:19 am Tinggalkan sebuah Komentar

Meraih PTK yang sebenarnya bagi guru profesional

Sabtu, 14 Maret 2009 bertempat di aula pasca sarjana UNJ Rawamangun Jakarta, saya dan teman-teman dari program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 8 Jakarta ; Dra. Noviarti, Dra. Dini Suhartin, Dra. Wachyuningsih dan Dra. Sri Mulyani – mengikuti pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Informasi kegiatan ini diperoleh dari sahabat yang  saya hormati yakni  Dedi Dwitagama, S.Pd., M.Sc yang sekaligus sebagai salah satu pemakalah dari seminar ini, selain itu  Wijaya Kusumah, S.Pd yang sarat prestasi pada tingkat nasional dengan ikhlas mengabarkannya – mengirim fax ke sekolah.

Keynote speakers adalah Prof. Dr. Conny R. Semiawan dan Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc yang memaparkan makalahnya dengan lugas mengenai kebermaknaan PTK bagi seorang guru dalam pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas pendidikan. Pemakalah yang sangat mumpuni dalam dunia pedidikan.

pemakalah sedang memberi paparan

pemakalah sedang memberi paparan

Kegiatan yang dimotori oleh IPTP ( Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan) dan yang disponsori oleh penerbit buku Indeks juga mengenalkan buku PTK yang bertitle Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, buku yang bersampul cerah tersusun atas kesungguhan dan keprihatinan dari dua orang penulis yakni Wijaya Kusumah, S.Pd dan Dedi Dwitagama, S.Pd., M.Sc mengenai keterbatasannya pengetahuan dan rendahnya minat menulis oleh para guru di republik yang kita cintai ini, khususnya PTK. Buku yang layak dibaca oleh siapa pun pemerhati PTK dari guru TK hingga dosen dan masyarakat.

buku yang diharapkan mampu mengubah kerancuan makna PTK

buku yang diharapkan mampu mengubah kerancuan makna PTK

Kegiatan pelatihan  yang bertajuk seminar nasional ini, menurut saya jauh lebih baik pelaksanaannya  dari kegiatan serupa yang pernah saya ikuti beberapa tahun yang lalu terbukti dari kooperatif panitia penyelenggara terhadap para peserta, dan pemakalah pun menyodorkan langkah-langkah struktur kerangka PTK secara gamblang. Dan yang menarik peserta disarankan membawa komputer jinjing untuk langsung mengimplementasikan hasil pemaparan para pemakalah, serta ada tindak lanjutnya dari para penyelenggara sebagai bentuk pembimbingan atau pengarahan kepada guru yang sudah menyusun proposal PTK. Selamat kepada rekan-rekan, semoga sukses menyertai kita…!

menyusun proposal ptk

menyusun proposal ptk

antusias dan sarat senyum menyusun ptk

antusias dan sarat senyum menyusun ptk

Diterbitkan di: on Maret 14, 2009 at 8:47 pm Komentar (5)

Ujian Nasional Praktik Kejuruan program keahlian Adm. Perkantoran

siswa kelas XII AP sedang mengikuti ujian produktif AP

siswa kelas XII AP sedang mengikuti ujian produktif AP

Program keahlian  administrasi perkantoran yang diketuai oleh Drs. Trigiyana ini, melaksanakan ujian program produktif pada tanggal 11 s.d. 12 Maret 2009, bertempat di lantai tiga, sebelah ruang bapak/ibu guru Perkantoran SMK Negeri 8 Jakarta. Ada hal yang menarik dari setiap pelaksanaan ujian produktif yakni penampilan para siswa yang membuat ‘pangling’ karena berpakaian selayaknya pekerja atau karyawan kantor. Berikut adalah soal atau ujian yang harus dituntaskan oleh para siswa kelas XII AP SMK Negeri 8 Jakarta, ujian produktif tahun pelajaran 2008/2009:

  1. Mengatur perjalanan dinas pimpinan
  2. Memproses transaksi keuangan
  3. Menghasilkan dokumen sederhana
  4. Melakukan prosedur administrasi
  5. Menangani surat masuk dan surat keluar
serius mengerjakan soal ujuian

serius mengerjakan soal ujuian

Setiap proses kegiatan ujian dan penilaiannya program keahlian AP SMK Negeri 8 Jakarta menggandeng Ibu Yudi S. Rahayu Hartono dari Yayasan Interstudi, Jakarta sebagai penguji eksternal. Sedangkan penguji internal adalah bapak/ibu : Drs. Tri Giyana, Dra. Khuyaeni, Dra. Hj. Siti Nor Hayati, Dra. Hj. Yeti Kusmiati, Dra. Hj. Sartini, Drs. Tohari, Dra. Noviarti, Dra. Dini Suhartin, Drs. Ucen Rahmatullah, Hj. Sri Endang Rahayu, S.Pd, Sri Mulyani, S.Pd dan Wachyuningsih, S.Pd.Terima kasih, kepada Dra. Noviarti dan para guru AP yang sudah memberikan input sehingga terbit tulisan ini.

ibu Yudi, Dra.Noviarti dan Dra. Dini Suhartin usai mengawasi ujian

ibu Yudi, Dra.Noviarti dan Dra. Dini Suhartin usai mengawasi ujian

Diterbitkan di: on Maret 12, 2009 at 3:56 am Tinggalkan sebuah Komentar

5 Januari 2009 di SMK 8 Jakarta…

upacara senin

upacara senin

Hari ini diberlakukan kebijakan Pemprov DKI Jakarta aturan jam masuk sekolah yang semula jam 07.00 wib maju menjadi 06.30 wib. Khusus SMK Negeri 8 Jakarta agak istimewa pelaksanaan hari pertama belajar di semester ke-2 tahun2008/2009, karena kedatangan Kepala BP2K yakni Drs. S. Widodo, M.Pd selaku pembina upacara pada kegiatan hal yang biasa yakni upacara ” Senin”. Maksud dan tujuan Bpk Widodo selaku pembina upacara tentunya menyampaikan perihal sosialisai Pemberlakuan kebijakan tersebut yang dalam hali ini mewakili Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta. Ujarnya pemberlakuan jam masuk sekolah lebih awal sebagai langkah mengatasi kemacetan di Jakarta. Namun mungkinkah langkah ini efektif dilaksanakan? Menurut saya terlepas dari tujuan tersebut memang kita merasakan udara pagi yang sejuk, tapi angkutan umum yang tersedia belum mendukung kebijakan itu. Hari pertama pemberlakuan kebijakan ini belum optimal, karena harus membutuhkan waktu sepekan sosialisasi dan penyesuain kebijakan ini.
Selesai upacara, siswa kelas X dan XII belajar seperti biasa sedangkan kelas XI melaksanakan praktik sistem ganda (PSG) di dunia industri dan beberapa guru seluruh karyawan  melaksanakan test prepare TOEIC yang dikelola oleh guru-guru bahasa Inggris sebagian lagi mengantar siswa ke dunia industri termasuk saya.
Ada yang sangat disayangkan terlupakan oleh pimpinan SMK Negeri 8 Jakarta untuk memberikan penjelasan kepada guru-guru dan karyawan saat rapat sebelum test dimulai perubahan penggatian jam belajar antar jam kepada piket dan guru bidang studi serta wali kelas, mungkin Bapak Sugiarto lupa kali yaaa..?
Siapa yang berkunjung ke sekolah anda hari ini?

Salam semangat buat komunitas pendidikan….

Diterbitkan di: on Januari 6, 2009 at 1:59 am Komentar (2)

Catatan akhir 1429 H

Setiap Minggu pagi jika tak ada halangan saya selalu menyempatkan mengikuti Pengajian Dhuha di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta. Berikut sebagian isi materi yang disampaikan oleh seorang widyaiswara dari Departemen Agama, Ibu Mariyam pada tanggal 28 Desember 2008

Digambarkan dalam sebuah dialog:

Apakah yang paling dekat dengan kita? Ternyata bukan guru, ayah, ibu, adik, kakak atau saudara atau kerabat melainkan yang paling dekat dengan kita adalah “ Mati” Apakah yang paling jauh dengan kita? Ternyata bukan bulan, matahari, bintang atau bumi melainkan yang paling jauh adalah “Masa Lalu” “Apakah yang paling besar dalam kehidupan kita? Ternyata bukan matahari, pesawat, kapal, gedung melainkan yang paling besar dalam kehidupan kita adalah “ Hawa Nafsu” atau marah yang merupakan pintu masuknya setan. “Apakah yang paling ringan dalam kehidupan kita? Ternyata bukan kapas, kerikil, udara melainkan yang paling ringan dalam kehidupan kita adalah “Meninggalkan atau melalaikan sholat” “Apakah yang paling berat dalam kehidupan kita? Ternyata bukan besi melainkan yang paling berat adalah “memegang amanah” “ Apakah yang paling tajam dalam kehidupan kita? Ternyata bukan pisau atau pedang melainkan yang paling tajam adalah “Lidah”

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 H…Semoga Allah swt senantiasa meninggikan kesabaran Merendahkan ujian…Melapangkan usaha, kesehatan, rejeki, kesuksesanMenjadi ridho bagi kebaikan, Amiin…

Diterbitkan di: on Januari 2, 2009 at 11:44 pm Tinggalkan sebuah Komentar