Mewujudkan Minat Baca di Sekolah…

Saya percaya, siapa pun pasti senang membaca hanya saja berbeda-beda tataran dan kualitasnya, ada yang senang sesaat… ada yang setiap saat… bahkan ada yang cenderung keranjingan membaca. Dimana pun tataran yang kita miliki sejatinya kita masih dikelompokan bisa membaca. Bukankah kita diwajibkan belajar membaca sejak dini…?

Membaca adalah suatu keharusan bagi insan di dunia baik arti sempit atau arti luas, terlebih lagi dalam lingkungan sekolah. Ketika di rumah seorang siswa hanya disajikan tontonan televise yang hanya menayangkan sinetron cengeng atau sejenisnya yang tidak mampu memilah siaran hiburan yang kurang bermutu,  maka sekolah berkewajiban mendorong menumbuhkan minat baca di kalangan siswa khususnya dan komunitas sekolah umumnya.  Banyak yang dapat dipetik dan diraih jika kita  membiasakan diri  membaca di lingkungan sekolah. Sejatinya Rajin membaca banyak tahu, Malas membaca jadi sok tahu, begitulah katanya…

Bagaimana minat baca dapat tumbuh di sekolah?

Perkara menumbuhkan minat baca di kalangan komunitas sekolah kalau diurai banyak hal yang terkait bukan satu sisi saja. Jika kita mau jujur mungkin bisa ditilik dari Perpustakaan Sekolah  sebagai sumber yang sentral di lingkungan sekolah dalam menumbuhkan minat baca.

Perpustakaan sekolah  beragam fungsinya salah satu fungsinya adalah sarana peningkatan gerakan gemar membaca. Selain itu Perpustakaan Sekolah menyediakan informasi dan ide agar berfungsi secara baik dalam komunitas sekolah yang berbasis pengetahuan dan teknologi informasi. Selanjutnya  Langkah nyata yang dapat ditempuh dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah kaitannya dengan sarana peningkatan gemar membaca adalah sebagai berikut: menjalin kerja sama dengan para guru dan teman sejawat untuk memperbanyak kegiatan yang berkaitan dengan lomba menulis, lomba mengarang, lomba apresiasi seni dan satra, resensi buku dan lainnya. Perpustakaan Sekolah pun harus menyediakan buku yang berkualitas agar dapat diakses mudah oleh siswa, guru dan karyawan untuk menerjemahkan makna minat baca. Masalahnya sudahkah sekolah menafsirkan ideal sebuah bentuk cara menumbuhkan minat baca dengan menyediakan bahan literasi yang berkualitas? Jawabannya tentu beragam.

Jika langkah tersebut belum terwujud atau sedikit kuantitasnya mungkin kita bisa merujuk kepada kegiatan kita masing-masing. Sebagai seorang guru yang sejatinya berkutat dengan bacaan rasanya sangat tidak mumpuni kalau hanya membaca buku mata diklat yang kita ajarkan saja, tidak ada pengembangan buku-buku yang lainnya.

Langkah lainnya adalah menjalin kerja sama dengan para penerbit Koran serta lembaga yang berhubungan dengan penerbitan buku seperti IKAPI dan Lingkar Pena. Dapat juga dilakukan menjalin kerja sama dengan kalangan LSM nasional guna meningkatkan minat baca anak-anak bangsa menuju masyarakat madani yang berbudaya baca, terdidik dan kritis. Apakah kita sudah membaca satu judul buku hari ini?

Diterbitkan di:  on September 7, 2009 at 4:27 am Tinggalkan sebuah Komentar