“Guru, Motivasimu Harapan Bangsa”

saya dan Ibu Nurbia SiraitMinggu, 18 Januari 2009 saya dan teman yakni Nurbia Sirait, S.Pd menghadiri seminar nasional yang bertempat di Graha Indosat, Jakarta yang diselenggarakan oleh Club Guru. Ketua panitia mengawali kegiatan ini dengan mengajak bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Bagimu Negeri. Seminar dengan tema seperti judul di atas setidaknya membantu para guru dalam kegiatan pendidikan seperti pembelajaran di kelas agar menjadi lebih bermutu atau berkualiatas. Materi yang disajikan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama Recollection sedangkan sesi kedua Hynoteaching. p1010700Pembicara dalam seminar ini adalah Bpk. Agung Webe dan Bpk Iman, begitu biasa di panggil. Ada pertanyaan yang mungkin dapat direnungkan seperti:
“Apakah anda ingin meraih prestasi puncak sebagai guru yang sukses?”
“Apakah anda ingin menjadi guru dengan penuh karisma?”

Tentunya semua guru akan menjawab “ya” namun masalahnya bagaimana terwujud harapan tersebut? Kita sesungguhnya  guru bukan sebagai transfer knowledge tapi berperan sebagai transformasi pendidikan yang artinya knowledge dapat diperoleh dari berbagai sumber bukan hanya guru sedangkan pada kegiatan di kelas penyampain knowledge juga membutuhkan sosok yang berdiri di hadapan para siswa. Ciptakan kondisi positif, menyenangkan, penuh ceria dan kegembiraan di lingkungan pendidikan. Dalam penyampaian pengetahuan agar sukses di kelas hendaknya melalui tahapan model : visual, verbal dan vocal. Dari tahapan itu dikelompokkan kekuatan pengaruhnya yakni: visual 50%, verbal 7% dan vocal 38%. Berikut hal-hal yang dapat dilaksanakan agar kesuksesan pembelajaran diraih:
1. Beri siswa anda kejutan yang menyenangkan untuk memfokuskan perhatian mereka pada pesan anda.
2. Setujui mereka, terima pendapatnya dan jangan berusaha mengubahnya.
3. Selanjutnya agar anda menjadi guru yang berkarisma ada lima langkah yang akan mendapat pengaruh luar biasa    yakni: dorong cita-cita mereka, maklumi kegagalannya, singkirkan ketakutannya, benarkan kecurigaannya, dan bantu mereka untuk menghalau musuhnya.
4. Aktifkan visual, audio, kinestetiq, gustatory dan oifactory.
5. Setiap sesi pertemuan lakukan : mengawali, TOP3, menutup.
Diakhir acara rasanya ingatan saya kembali kebelakang saat mengikuti pelatihan oleh Mas Nurcahyo dalam Mahadibya karena memotivasi saya dengan menekankan selalu berpikiran positif sebagai kekuatan pikiran dan selalu bervisualisasi dengan relaks. “Ngelmu” di Mahadibya Nurcahyo Chakrasana masih berbekas. Terimakasih Mas foto bersama pembicara usai seminarNur…

Diterbitkan di: on Januari 18, 2009 at 9:01 pm Komentar (4)

Rasa simpati melalui dunia maya…

Seiring waktu yang kita jalani dalam kehidupan nyata ada yang pahit dan juga manis bahkan menjadi (bisa) empedu. Kebersamaan dengan teman atau rekan sejawat atau sahabat dalam komunitas lain dapat membangun spirit, semangat agar senantiasa berkreatifitas satu sama lainnya. Saya pun menyadari jika sepanjang kehidupan manusia tidak selalu yang kita terima sesuai yang kita harapkan alias ada masalah. Namun setiap masalah yang kita hadapi sesungguhnya tersembunyi pembelajaran kehidupan yang tidak didapat di dunia kampus atau kurikulum pendidikan manapun dengan kata lain pengalaman adalah sesuatu yang berharga. Menyadari kealpaan selalu melekat dalam diri manusia, maka kita diberikan indera waspada untuk selalu merenung apa yang sudah kita perbuat dapat bermanfaat bagi orang lain. Simpatiku dan empatiku melalui dunia maya ini terhadap rekan-rekan yang setia memberikan komentar baik dan positif kepada blog ini namun saya mohon maaf belum bisa membalas kebaikan anda dan menampilkannya khususnya rekan-rekan di SMK Negeri 8 Jakarta, tanpa dukungan anda memang tidak berarti apa pun keberadaan saya.  Salam hormat untuk Bpk. Sugiarto, Bpk.  Abdr. Rahman, para PKS dan teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang selalu membangun motivasi kepada saya khususnya dan kepada civitas SMK 8 Jkt. yang lainnya. Perkembangan dan semangat merupakan hasil dari perjuangan dan tantangan

Endah Triswanti dan saya usai menghadiri launching "Club Guru Jakarta"

Endah Triswanti dan saya usai menghadiri launching "Club Guru Jakarta"

Diterbitkan di: on Januari 13, 2009 at 8:53 am Komentar (1)

Selalu bersyukur…

keteduhan hijau dan kuning...

keteduhan hijau dan kuning...

Saat saya sedang berpikir atas ada curhat-tan seorang teman dan mungkin sampai menganalisa kenapa orang satu sama lain selalu mencari-cari kesalahan dan kekurangan masing-masing alias bersukacita dalam penderitaan atau kegagalan orang lain dan sebaliknya ‘ngedumel’ melihat keberhasilan orang lain, tiba-tiba ada dering telephon dari sahabat saya, yang biasa dipanggil Chris, untuk mengajak sebuah acara sosial. Tanpa pikir panjang saya pun mengiyakan.
Sabtu pagi pun saya dan Chris meluncur ke daerah Menteng, tepatnya Jalan Imam Bonjol. Ketika kita datang acara sudah dimulai, namun sisa dua kursi sudah disediakan.

Sungguh saya terkesima dalam acara sosial itu, mayoritas yang hadir mereka sedang dalam proses penyembuhan atau mengidap penyakit, maaf kanker dari beberapa jenis kanker yang ada. Terkesimanya saya karena dalam kondisi seperti itu mereka tetap riang gembira, tapi mungkin begitu cara terapi yang dijalankan. Pelajaran moral pertama buat saya mensyukuri nikmat sekecil apa pun yang ada. Pelajaran moral kedua jangan suka memikirkan dengan pelik ucapan orang yang tidak beguna atau cuma mencari kesalahan kita. Pelajaran moral ketiga belajar memaafkan atas kesalahan orang lain terhadap kita. Sebelum pulang, saya dan Chris pamit kepada tuan rumah, saat pamit sempat kami dikenalkan oleh seorang pemuda yang sedikitpun tidak menampakkan raut rasa sakitnya yang sudah 20 tahun menderita lekemia, oh MY God hatiku berujar….

Dengan merenungkan alam, kita akan mampu melihat betapa luar biasanya ciptaan Tuhan Contohnya renungkan setitik embun di rumput!

Diterbitkan di: on Januari 12, 2009 at 8:24 am Tinggalkan sebuah Komentar

Kegiatan Prestasi Junior Indonesia SC BEE…

Pengambilan gambar oleh Metro TV program'your smile'

Pengambilan gambar oleh Metro TV program'your smile'

Saya, Endah Triswanti dan bersama volunteer Prestasi Junior Indonesia

Endah Triswanti, volunteer Prestasi Junior Indonesia dan saya di Binus University, Jakarta

Character building  Bening Hati oleh  Auk Murat dan Wisnu Prayudha

Character building Bening Hati oleh Auk Murat dan Wisnu Prayudha

Mengikuti lomba yang diadakan oleh Prudential di American Club Jakarta

Mengikuti lomba yang diadakan oleh Prudential di American Club Jakarta

Diterbitkan di: on Januari 6, 2009 at 11:57 pm Komentar (1)

5 Januari 2009 di SMK 8 Jakarta…

upacara senin

upacara senin

Hari ini diberlakukan kebijakan Pemprov DKI Jakarta aturan jam masuk sekolah yang semula jam 07.00 wib maju menjadi 06.30 wib. Khusus SMK Negeri 8 Jakarta agak istimewa pelaksanaan hari pertama belajar di semester ke-2 tahun2008/2009, karena kedatangan Kepala BP2K yakni Drs. S. Widodo, M.Pd selaku pembina upacara pada kegiatan hal yang biasa yakni upacara ” Senin”. Maksud dan tujuan Bpk Widodo selaku pembina upacara tentunya menyampaikan perihal sosialisai Pemberlakuan kebijakan tersebut yang dalam hali ini mewakili Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta. Ujarnya pemberlakuan jam masuk sekolah lebih awal sebagai langkah mengatasi kemacetan di Jakarta. Namun mungkinkah langkah ini efektif dilaksanakan? Menurut saya terlepas dari tujuan tersebut memang kita merasakan udara pagi yang sejuk, tapi angkutan umum yang tersedia belum mendukung kebijakan itu. Hari pertama pemberlakuan kebijakan ini belum optimal, karena harus membutuhkan waktu sepekan sosialisasi dan penyesuain kebijakan ini.
Selesai upacara, siswa kelas X dan XII belajar seperti biasa sedangkan kelas XI melaksanakan praktik sistem ganda (PSG) di dunia industri dan beberapa guru seluruh karyawan  melaksanakan test prepare TOEIC yang dikelola oleh guru-guru bahasa Inggris sebagian lagi mengantar siswa ke dunia industri termasuk saya.
Ada yang sangat disayangkan terlupakan oleh pimpinan SMK Negeri 8 Jakarta untuk memberikan penjelasan kepada guru-guru dan karyawan saat rapat sebelum test dimulai perubahan penggatian jam belajar antar jam kepada piket dan guru bidang studi serta wali kelas, mungkin Bapak Sugiarto lupa kali yaaa..?
Siapa yang berkunjung ke sekolah anda hari ini?

Salam semangat buat komunitas pendidikan….

Diterbitkan di: on at 1:59 am Komentar (2)

Kenangan…

Lukisan Pucuk dari Bali

Lukisan Pucuk dari Bali

airport Juanda

saya di airport Juanda, Surabaya

Hari ini blog saya, merayakan ulang tahun yang pertama. Jika mengingat ke belakang proses terwujudnya blog ditawarkan oleh seseorang dengan senang hati saya pun mengiyakan untuk dibikinin, maka saya pun di ajarkan membuatnya dan jadilah blog ini yang belum berubah tampilannya. Dalam perjalannannya selayaknya manusia masih banyak kekurangan jauh dari kata sempurna namun saya selalu belajar menuju baik agar bermanfaat bagi orang banyak. Komentar pun beragam ada yang konstruktif dan destruktif. Untuk  komentar yang sifatnya destruktif seperti memfitnah, menghujat dan menghasut maaf saya tidak tampilkan ke permukaan terlebih lagi tanpa memberikan nama atau identitas jelas. Bukankah keberanian mengungkapkan pendapat diawali dengan kejujuran hati? Sedangkan pemberi komentar yang konstruktif saya mengucapkan banyak terima kasih karena anda semua maka blog ini menarik di baca dan bermanfaat.

Belum lama ini ia memberi oleh-oleh lukisan dari Bali dan Parfum yang beraroma maskulin. Dan ada sesuatu yang tidak sengaja terjadi pertengahan November 2008 kami pun ketemu untuk sebuah urusan. Sebelum berpisah saya memberikan novel “Rahasia Meede” karya E.S Ito dan dia memberikan saya kacang Mede oleh-olehnya dari Yogjakarta. Sama-sama ada label Mede nya. Apakah ini suatu kebetulan?

Ketika tulisan ini terbit ia sudah di Egypt.

Diterbitkan di: on Januari 3, 2009 at 4:30 am Tinggalkan sebuah Komentar

Catatan akhir 1429 H

Setiap Minggu pagi jika tak ada halangan saya selalu menyempatkan mengikuti Pengajian Dhuha di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta. Berikut sebagian isi materi yang disampaikan oleh seorang widyaiswara dari Departemen Agama, Ibu Mariyam pada tanggal 28 Desember 2008

Digambarkan dalam sebuah dialog:

Apakah yang paling dekat dengan kita? Ternyata bukan guru, ayah, ibu, adik, kakak atau saudara atau kerabat melainkan yang paling dekat dengan kita adalah “ Mati” Apakah yang paling jauh dengan kita? Ternyata bukan bulan, matahari, bintang atau bumi melainkan yang paling jauh adalah “Masa Lalu” “Apakah yang paling besar dalam kehidupan kita? Ternyata bukan matahari, pesawat, kapal, gedung melainkan yang paling besar dalam kehidupan kita adalah “ Hawa Nafsu” atau marah yang merupakan pintu masuknya setan. “Apakah yang paling ringan dalam kehidupan kita? Ternyata bukan kapas, kerikil, udara melainkan yang paling ringan dalam kehidupan kita adalah “Meninggalkan atau melalaikan sholat” “Apakah yang paling berat dalam kehidupan kita? Ternyata bukan besi melainkan yang paling berat adalah “memegang amanah” “ Apakah yang paling tajam dalam kehidupan kita? Ternyata bukan pisau atau pedang melainkan yang paling tajam adalah “Lidah”

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 H…Semoga Allah swt senantiasa meninggikan kesabaran Merendahkan ujian…Melapangkan usaha, kesehatan, rejeki, kesuksesanMenjadi ridho bagi kebaikan, Amiin…

Diterbitkan di: on Januari 2, 2009 at 11:44 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Dimanakah anda pada malam tahun baru?

Menapaki awal tahun 2009 berbagai cara dilakukan orang wujud kegembiraan dan rasa syukur. Ada yang tetap diam di rumah menyaksikan tontonan televisi yang menjanjikan kemeriahan, ada yang berkunjung ke tempat hiburan, ada yang rela macet dan antri menuju Puncak namun ada pula yang Itikaf, dzikir dan doa di Masjid. Cara yang terakhir inilah yang saya lakukan. Agak klise ya….?
Tepat pukul 20.30 WIB saya dan Endah Triswanti  meluncur diantar Blue Bird menuju MASK maaf… bukan topeng melainkan Masjid Agung Sunda Kelapa yang belokasi di Jl. Taman Suropati sekitar Menteng Jakarta Pusat.
Pukul 21.00 WIB MASK sudah penuh orang  berpakaian muslim warna  putih, sayang saya cuma mengenakan celana panjang putih namun blus lengan panjang hijau, tidak apalah yang penting bersih dan rapi. Sesampainya di sana pun saya langsung berwudhu wujud bersuci secara fisik juga hati.
Alhamdullilah, meski sesak saya memperoleh tempat di selasar yang bisa langsung menatap langit dan merasakan semilir angin sepoi-sepoi. Saya pun duduk bersimpuh mendengarkan nasyid yang sedang berlangsung, maklum karena terlambat saya tidak tahu darimana asalnya nasyid itu.
Malam terus larut usai sambutan dari pengurus masjid, acara inti pun dimulai. Semuanya yang hadir tersebut melakukan ibadah dari yang sunah sampai wajib. Tidak luput kita melakukan sholat gaib bagi rakyat Palestina yang mengenaskan.
Saya yakin setiap orang berkunjung ke MASK berniat dan berpengharapan baik seperti halnya saya merancang kehidupan yang diframe dengan do’a agar terwujud. Namun orang yang mengenal saya pasti sudah bisa menebak keinginan yang tersembunyi di hati saya tahun 2009. Wajar tebakan itu… namun saya berkeyakinan semua akan indah pada waktunya…
Mata lelah karena mengantuk akibat tidak tidur sepanjang malam itu saya pun kembali ke rumah tepat pukul 06.00 WIB tapi hatiku senang karena ternyata ibadahku lancar terlebih lagi service pengurus MASK yang ramah dibuktikan dengan kebersihan yang terjaga, disajikan cemilan tradisional dan minuman hangat.
Dimanakah anda menyambut tahun baru? Tempat yang baik tentunya anda menyambut tahun baru tersebut, karena akan dapat membangun spirit dalam mind dan body.

Diterbitkan di: on at 2:32 pm Tinggalkan sebuah Komentar