Yang tersisa dari Lombok II…

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi

rumah asli di desa Sade, Lombok

rumah asli di desa Sade, Lombok

saya dan teman-teman berpose di tepi pantai Senggigi

saya dan teman-teman berpose di tepi pantai Senggigi

Diterbitkan di: on Desember 17, 2008 at 9:29 am Tinggalkan sebuah Komentar

Yang tersisa dari Lombok…

Tempat menyimpan pernak-pernik persembahyangan di Taman Narmada

Tempat menyimpan pernak-pernik persembahyangan di Taman Narmada

Pura Taman Narmada

Pura Taman Narmada

Tempat ibadah di Taman Narmada

Tempat ibadah di Taman Narmada

p1010231

Tempat pertemuan warga di desa Sade, Lombok Barat

Tempat pertemuan warga di desa Sade, Lombok Barat

Diterbitkan di: on Desember 16, 2008 at 7:39 am Tinggalkan sebuah Komentar

Berita dalam gambar…

Launching buku Kick Andy di MP Book Point

Launching buku Kick Andy di MP Book Point

Usai mengikuti "Kick Andy" di MP Book Point

Usai mengikuti "Kick Andy" di MP Book Point

Andrea Hirata saat Launching "Maryamah Karpov"

Andrea Hirata saat Launching "Maryamah Karpov"

Diterbitkan di: on at 6:16 am Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdullilah …

Akhirnya perjuangan yang melelahkan membuahkan hasil, dalam menyusun dokumen persyaratan sertifikasi. Berikut teman-teman yang lulus murni portofolio sertifikasi guru berdasarkan urut masa pengabdiannya: Dra. Theresia Putrastri, Dra. Sartini, Dra. Noviarti, Dra. Rohilah, Dra. Fori Radifah, Dra.Handayani, Drs. Asep Sutarna, Dra. Titi Nila Kandi, Sri Tati Sugiarti, S.Pd, Drs. Sutardi, Suswati, S.Pd, Drs. Samira, Dra.Sri Mulyani dan Dra. Komariyah. Meski ada teman yang harus menjalani diklat, menurutku tidak usah kecil hati, karena bukankah diklat akan menambah ilmu yang bermanfaat.
Saya selalu tergiang kata-kata bijak berikut: Marilah kita punyai suatu gairah demi kesempurnaan dan bekerjalah dengan bangga. Lebih mudah melakukan pekerjaan yang baik daripada yang buruk. Pekerjaan yang baik lebih menghargai dan menciptakan energy positif.

Penulis, Dra.Nurani Widiastuty dan Wanti Junisah

Penulis, Dra.Nurani Widiastuty dan Wanti Junisah

Diterbitkan di: on at 5:17 am Tinggalkan sebuah Komentar

Mewujudkan kebaikan di Warung Kejujuran

Sekolah sebagai tempat pembelajaran dituntut dapat mengubah perilaku peserta didik dan lingkungannya menjadi lebih baik. Bukan hanya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu atau dari segi ranah kognitif saja namun dituntut pula aspek psikomotor dan afektifnya. Tidak mudah mengubah perilaku secara normatif apalagi mengukur perubahan perilaku tersebut.Sejatinya proses pembelajaran perilaku bukan hanya pada lingkungan pendidikan namun pengaruh besar proses tersebut terdapat dalam masyarakat. Namun sekolah yang merupakan bagian tempat proses perubahan tersebut menjadi panutan yang artinya segala sesuatu sikap dan perilaku masyarakat di dalamnya harus berdasarkan norma yang berlaku, penyimpangan sedikit saja terjadi seakan aib/petaka bagi pendidikan.
Satu bentuk tanggung jawab masyarakat pendidikan saat ini khususnya di sekolah menengah sebagai pembelajaran perubahan perilaku tersebut adalah terwujudnya kegiatan pada mata pelajaran praktik kewirausahaan yang bukan cuma berkonsep profit namun juga harus berbingkai jujur yakni warung kejujuran.
Warung kejujuran adalah sebuah usaha dagang tanpa ada penjaga/petugas yang akan melayani konsumen dalam transaksi jual beli, konsumen diberikan kebebasan dengan leluasa melakukan self service, memilih, mengambil barang secara sendiri, begitu juga membayar langsung memasukkan uang sebesar transaksi yang ada kedalam kotak uang, jika harus ada uang kembalian maka konsumen pun mengambil sendiri dari dalam kotak uang tersebut juga. Sebelumnya memang disediakan kotak uang yang nampak secara transparan dengan posisi yang mudah diraih.
Pada tanggal 24 November 2008 saat mulainya kegiatan warung kejujuran di sekolah yang menyediakan makanan, dan barang-barang yang di jual pun tidak bisa sama dengan barang-barang yang sudah terdapat di kantin, mini market di lingkungan SMK Negeri 8 Jakarta, tentunya pendirian warung ini bukan sekedar profit tapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yakni kejujuran yang sekarang ini merupakan sifat langka, ada pun maksud tersembunyi dari adanya warung ini adalah sebagai upaya membangun kebiasaan yang baik agar tidak korupsi/atau mengambil bukan haknya. Kita pun menyadari bahwa pada awal-awal kegiatan ini terjadi kerugian namun proses kegiatan tersebut tetap terus berlanjut dengan harapan terjadi perubahan yang baik seperti yang diharapkan. Lantas siapakah yang mengawasi transaksi tersebut ? Mencegah hal yang tidak diharapkan maka diselipkan kalimat-kalimat yang berisikan pesan moral.

Diterbitkan di: on Desember 15, 2008 at 5:14 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Menikmati nuansa pagi di jalan…

Komunitas pendidikan khususnya guru dan siswa tercengang saat mengetahui peraturan yang dibacanya melalui surat edaran tentang rencana pengaturan jam masuk sekolah yaitu dimulai pukul 06.30 wib yang akan berlaku bagi semua SMA/SMK negeri dan swasta di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengaturan ini direncanakan mulai berlaku pada tanggal 2 Januari 2009. Keputusan ini tentunya sudah melalaui kajian yang cermat melalui penelitian yang independent.

Rencana tersebut belum teralisir namun diharapkan akan mampu mempunyai dampak positif bagi masayarakat pendidikan sepeti guru dan siswa misalnya: agar lebih disiplin karena harus bangun tidur lebih pagi, dan mulai tidur lebih awal, membentuk kebiasaan sholat shubuh tepat waktu bagi yang beragama Islam.

Kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra tapi sebagai warga DKI yang patuh sebaiknya kita berpikiran positif saja atas anjuran tersebut, karena saya merasakan berangkat sebelum jam enam pagi suasana Jakarta di jalan raya nyaman atmospher artinya kita dapat menghirup udara segar di pagi hari yang baik untuk kesehatan, terhindar dari stress macet.

Kita pun masih ingat tentunya perkataan orang tua ‘ kalau bangun pagi-pagi rejeki kita tidak akan dipatok ayam, sebaliknya kalau bangun siang rejeki kita akan di patok ayam…’ Yo, kita nikmati nuansa Jakarta di awal hari dengan segar agar rejeki kita tidak di patok ayam… kan….

Diterbitkan di: on Desember 10, 2008 at 6:53 am Tinggalkan sebuah Komentar