New Mind and New Enthusiasm
Mengikuti seleksi guru berprestasi bagi saya adalah pengalaman baru namun membanggakan, karena banyak manfaat yang dapat menjadi pembelajaran bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi dalam menggeluti profesi guru terlepas dari hasil yang diperoleh, karena kali pertama ini mengikuti dan mendapat peringkat ke empat dari peserta yang sudah berulang kali mengikuti kegiatan ini khusus di wilayah Jakarta Selatan dan mungkin juga saya peserta guru dengan masa kerja yang paling rendah yakni baru sepuluh tahun tiga bulan, karena modal saya cuma berani dan pede saja. Banyak saran kepada saya untuk mengikuti lagi tahun depan termasuk dari pimpinan saya, tapi saya memberikan kesempatan kepada yang lain karena saya pikir banyak cara untuk berkiprah dalam memberdayakan potensi yang ada agar lebih berprestasi lagi, yakni misalnya memperhatikan komunitas sekolah yang kadang kurang diperhatikan seperti Perpustakaan Sekolah. Berikut pengalaman yang menjadi pedoman untuk menjadi professional buat saya, semoga juga bermanfaat buat yang lain:
1. Tertib Administrasi Pembelajaran mutlak diperlukan guru dalam persiapan proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
2. Memperhatikan hal-hal yang sepele tidak ada ruginya dalaam pengembngan diri yang terkait langsung dengan profesi guru misalnya menyusun kegiatan pembelajaran di kelas bukan cauma batasan materi pembeljaran yang telah disampaikan namun aktivitas siswa selama proses kegiatan belajar mengajar di kelas yang kita lakukan, seperti siswa mengantuk, siswa keluar cuma izin ke toilet karena dari catatan- catan kecil tersebut dapat ditemukan sebuah masalah yang dapat dijadikan kajian kita untuk mencari solusinya.
3. Kebiasaan yang baik perlu dilakukan secara terus menerus yakni tepat waktu, disiplin dan mau mendengar siswa di kelas jangan otoriter dan menganggap kita paling benar dihadapan siswa.
4. Mengelola pikiran kita setiap hari untuk mengubah cara-cara konvensional dalam pembelajaran di kelas , ya mungkin dengan memberi variasi menarik dalam penggunaan model-model pembeljaran di kelas, dan ini sekali lagi mutlak harus dikuasai guru karena langsung berhadapan dengan siswa. Penguaasaan model-model tersebut bisa diperoleh dari membaca, mengikuti pelatihan, berbagi cerita dengan teman, dan mengakses di internet. Asal kita mau semuanya pasti bisa.
5. Mengubah Mind Set , maksudnya yang lama masa kerjanya jangan selalu beranggapan cara yang dilakukannya selalu benar dan hasilnya bagus ( maaf ya kepada bapak/ibu senior dan yang yang jauh berpengalaman dari saya) bahwasanya kegiatan belajar mengajar sejatinya bukan cuma hasil yang dilihat misalnya Lulus seratus persen tapi bagaimana proses belajar mengajar itu dapat memotivasi siswa dalam menerima pembelajaran dan siap belajar.
6. Kelas sebagai komunitas yang artinya dalam KBM peraturan yang diterapkan adalah peraturan komunitas tersebut bukan peraturan tunggal dari seorang guru. Siswa dan guru bersinergi.
7. Mau mengasah ketrampilan kita mengajar, tidak harus selalu menunggu dipanggil Dinas Pendidikan atau DEPDIKNAS. Bukankah sekarang banyak forum pendidikan dan pelatihan yang dapat dikuti oleh guru di luar instansi pemerintahan, seperti Teacher Institute dari Sampoerna Foundation, Club Guru, MGMP dan LPMP.
8. Berkiprah dengan partisipasi di masyarakat dalam kegiatan yang membangun entah konsepnya pendidikan, kesehatan, keamanan, atau kepemudaan. Ya boleh dong saya bangga karena pernah tampil dua kali di Metro TV dengan konsep pendidikan yang berprestasi.
9. Mau membaca, menulis dan belajar.
Akhirnya saya merasa geer meski belum menang dan belum memberikan yang terbaik kepada sekolah dan pimpinan saya, ternyata pimpinan saya baik kepada saya karena bisa melihat potensi saya. Sejatinya di tempat kami banyak guru yang jauh lebih berkualitas dan lebih berpengalaman ketimbang saya, tapi entah kenapa saya yang ditunjuk mewakili sekolah. Terima kasih untuk Dr. Sigiarto, M.Ed. semoga sukses dalam mengemban tugasnya di kancah Internasional.