Kesan menyenangkan saat shooting bareng dengan Andrea Hirata dan Arief Rahman di Metro TV, namun lebih terkesan saat ngobrol bareng dengan Andrea Hirata usai shooting, meski singkat tapi ada pemaknaan dari kata dan kalimat yang terlontar sang Penulis ‘Laskar Pelangi’. Santun, hormat dan rendah hati . Acara kali ini mengupas lebih realitas dari buku tersebut. Saya dan rekan kerjadi sekolah Endah Triswanti dan beberapa guru dari Lab School Kebayoran Baru sangat menikmati untaian kata dan kalimat dari Arief Rahman dan Andrea Hirata .
Sebuah buku mampu memberi semangat , mengubah pola pikir dan tindakan atau atmosphere bagi rekan sejawat pendidikan di daerah dan Kota – kota di Indonesia.
Menurut saya memang selayaknya pendidikan akan mampu menghapus kemiskinan yang akut di sekitar kita. Tebarkan kesabaran . keikhlasan dalam mendidik serta kobarkan semangat mereka ( anak didik ) agar bergiat berpikir maju ke depan dengan kondisi ekonomi yang paling miskin sekalipun . Itulah tugas para guru saat ini. Jangan pernah berharap sebuah perubahan akan terjadi dari pemangku jabatan /penguasa andai kita tidak bertindak atau berniat berubah buat menjadi lebih baik di lingkungan sekitar kita tempat bekerja. Berubah, mau nggak mau harus …!
Jangan silau harta dan jabatan dengan mengobarkan perasaan orang lain sebagian yang dituturkan dari buku tersebut, Andrea Hirata membuktikan bahwa kuatlah berjuang sekalipun dalam kemeskinan yang dialami dan tidak selamanya harta dan jabatan menjamin sebuah kebahagiaan, namun pancaran energi positif dari lingkungan kita, memberi spirit mengubah kebelengguan di hati.
Saya menikmati buku itu, agar orang dapat maju saya pun menularkan secara promosi ; untuk membaca buku itu . Bukankah membaca menambah wawasan ?
Terima kasih, Andrea Hirata yang sudah hormat terhadap guru yang bukan hanya wacana tapi tindak nyata.
Salam senyum,